You are here
Home > InfoPedia

Percayalah kepada MK

mahkamah konstitusi
Bagikan :

Setidaknya, kita perlu mengapresiasi langkah yang ditempuh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, untuk mengajukan gugatan Pilpres 2019 kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Diketahui bahwa ini bukan kali pertama kubu Prabowo mengajukan gugatan Pilpres Ke Mahkamah Konstitusi (MK), sebelumnya pada Pilpres 2014 Prabowo Subianto telah melakukan hal yang sama tapi berujung pada ditolaknya permohonan tersebut.

Meskipun sebelumnya, kubu prabowo dalam suatu konfrensi pers telah menyatakan tidak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan akan menempuh people power. Terbukti pada tanggal 21-22 mei kerusuhan terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta. Kelompok massa yang merupakan pendukung Prabowo Subianto terlibat bentrok dengan aparat keamanaan, banyak orang tewas, ratusan luka-luka, serta kerugian materil akibat bentrokan.

Sebagai negara hukum, pihak yang merasa tidak puas terhadap hasil pemilu,  diberi ruang untuk mengajukan gugatan melalui jalan konstitusional ketimbang mengekspersikannya melalui aksi jalanan.

Kita berharap, Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tetap menjaga integritas, menangani perkara Pilpres ini dengan sejernih-jernihnya tanpa ada intervensi dari pihak luar. Dan juga kita berharap selalu mempertimbangkan segala hal sehingga keputusan yang dihasilkan selaras dengan rasa keadilan di masyarakat.

Putusan MK final dan mengikat.

Pada akhirnya, apapun putusan sidang kita semua mesti tunduk dan patuh pada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) , putusan ini bersikap final dan mengikat. Final artinya tidak adalah upaya hukum setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) . Mengikat berarti siapapun wajib dan harus mematuhu putusan itu.

Kita berharap, pada semua masyarakat indonesia baik kubu Prabowo-Sandi maupun kubu Jokowi-Ma’ruf untuk menerima dan menaati apapun hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) , meskipun putusan itu tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Mari bersama-sama menjadi marwah lembaga penjaga dengut konstitusi kita.

Tinggalkan Balasan

Top