You are here
Home > InfoPedia

Peringati World Clean Up Day, Masyarakat Minahasa Bersihkan Sampah.

World Clean Up Day
Bagikan :

POJOKSIANA.COM – Masyarakat Minahasa yang tergabung dari mahasiswa serta pemerhati lingkungan ramai-ramai memunguti sampah pada Sabtu (21/9/2019)

Ratusan orang yang terdiri dari beberapa lembaga diantaranya GENBI KOM. UNIMA, BEM FEKON UNIMA, HMJ PJKR FIK UNIMA, IKAMI Cab. Minahasa serta Masyarakat Pecinta lingkungan.

Mereka tergabung dalam relawan World Clean Up Day bergerak sejak pagi di sekitar kampus UNIMA, jalan Boulevard menuju arah benteng Moraya Minahasa. Kegiatan dilasanakan dalam rangka memperingati hari World Clean Up Day.

Masing-masing relawan menggunakan karung tersendiri. Kemudian sampah-sampah plastik, kaleng bekas atau kertas-kertas dibersihkan dan disimpan dalam karung.

Sampah yang terpungut nantinya akan di kumpulkan untuk selanjutnya di buang di tempat pembuangan akhir.

Relawan World Clean Up Day sedang membersihkan sampah

World Clean Up Day merupakan gerakan bersih-bersih terbesar di dunia. Gerakan ini berkomitmen untuk membebaskan planet bumi dari permasalahan sampah.

Koordinator World Clean Up Day wilayah Minahasa, Firnade Tandi Pau menjelaskan “semoga dengan adanya kegiatan seperti ini masyarakat bisa lebih sadar akan kepedulian lingkungan, supaya sampah-sampah tidak dibuang di sembarang tempat”.

Lebih lanjut Nade berharap “Semoga kegiatan seperti ini bisa di dukung oleh pemerintah, terlepas dari siapapun pelaksananya, sehingga kampanye tentang menjaga kepedulian lingkungan lebih menggaung di masyarakat Minahasa”.

Untuk diketahui tahun 2018, Indonesia menempati urutan pertama untuk jumlah relawan terbanyak pada Peringatan World Clean Up Day. Saat itu, terdapat 7.688.332 (7,6 juta) orang yang bergabung sebagai relawan.

Jumlah relawan tersebut menempati peringkat nomor satu, kemudian Pakistan di urutan kedua dan disusul Amerika Serikat di urutan ketiga.

Top