You are here
Home > InfoPedia

Prabowo Minta Pendukungnya Sami’na Wa Atho’na

prabowo sandi
Bagikan :

POJOKSIANA.COM – Prabowo Subianto meminta pendukungnya sami’na wa atho’na untuk percaya pada Mahkamah Konstitusi dan meminta tidak datang ke Mahkamah Konstitusi selama persidangan.

Prabowo Subianto berharap pendukungnya mempercayai hakim Mahkamah Konstitusi yang memeriksa permohonan perselisihan hasil Pemilihan Umum 2019 yang diajukan oleh Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Prabowo menyampaikan sudah ada perwakilan yang ditunjuk BPN untuk mendampingi tim hukum pasangan Prabowo-Sandi pada sidang MK sehingga pendukung tidak perlu lagi mendampingi tim hukum, demi menghindari provokasi dan fitnah. “Kami putuskan selesaikan melalui jalur hukum dan konstitusi. Kami memohon agar pendukung kami untuk tidak berbondong-bondong hadir di MK pada hari-hari mendatang,” ujar Prabowo.

“Percayalah pada hakim-hakim (MK). Kita sikapi dengan dewasa, tenang, dan mengutamakan kepentingan dan keutuhan bangsa dan negara. Itu sikap dan permohonan kami, Apa pun keputusannya, Pernyataan Prabowo ini disampaikan dalam sebuah video yang yang disebarkan tim media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Selasa (11/6/2019) dikutip dari laman Kompas.com

BACA JUGA :
PERCAYALAH KEPADA MK

Kita perlu mengapresiasi sikap Prabowo tersebut. Tapi, kita harus meminta Prabowo konsisten dengan pernyataannya itu. Kita ingin Prabowo benar-benar menjalankan apa yang diucapkan kepada para pendukungnya untuk memercayai MK. Sebab kita belajar dari kerusuhan pasca unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu pada 21-22 Mei lalu yang merenggut delapan korban jiwa serta ratusan cidera.

Kita sepakat dengan pandangan bahwa menerima putusan MK merupakan jalan terbaik dalam menyelesaikan sengketa Pilpres. Dengan mengajukan permohonan gugatan ke MK, itu berarti bahwa pihak yang mengajukan gugatan percaya bahwa MK merupakan lembaga penjaga konstitusi serta pelindung hak asasi warga negara berdasarkan UUD. Walhasil, apa pun putusan yang dikeluarkan hakim konstitusi pada 28 Juni menjadi putusan final yang harus diterima semua pihak.

Dengan menempuh jalur ini, kita berharap bahwa pihak Prabowo telah memiliki kematangan dan kepercayaan terhadap sistem demokrasi yang dianut negeri ini. Maka, seluruh pihak terkait harus berjuang untuk meyakinkan majelis hakim konstitusi bahwa gugatan mereka memiliki dasar menurut kaidah hukum positif.

Disini para pihak terkait harus mampu mengemukakan bukti-bukti di pada persidangan. Bukan mengobarkan narasi-narasi dan opini menyesatkan yang berbasiskan berita palsu atau hoaks dan menyuburkan ujaran kebencian serta mengandalkan pengerahan massa pendukung yang mencederai asas demokrasi itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Top