You are here
Home > Kabar

Survei LSI: 60,7% Publik Dukung Aksi Mahasiswa Tentang UU KPK

Lembaga survei indonesia
Bagikan :

POJOKSIANA – Minggu (6/10/2019) Lembaga Survei Indonesia, merilis hasil survei respon publik terkait UU KPK . Dari hasil survei tersebut menunjukkan bahwa 70,9% dari responden menyatakan UU KPK akan melemahkan KPK. Dan setuju jika Presiden Joko Widodo segera menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) terhadap UU KPK hasil revisi.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan melihat terdapat aspirasi publik yang kuat yang mengetahui jika revisi UU KPK itu akan melemahkan kinerja KPK dan melemahkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Publik melihat bahwa jalan keluarnya adalah segera menerbitkan Perppu. Sebanyak 70,9% responden menjawab UU KPK hasil revisi melemahkan kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi. Kemudian, 18% menjawab menguatkan kinerja KPK. Sisanya 11,1% tidak tahu atau tidak menjawab.

Itu kan kewenangan presiden melakukan hal tersebut (menerbitkan Perppu) meskipun kita tahu setelah perppu dikeluarkan nanti kan dibahas sama DPR apakah diterima atau ditolak. Tapi jelas data ini menunjukkan publik berada pada posisi bahwa perppu menjadi jalan keluar,” ungkap Djayadi.

BACA JUGA : Jokowi Dinilai Tolak Draf RUU KPK yang Tidak Ada Dalam Usulan DPR.

Selain itu, LSI telah melakukan survei terhadap pengetahuan publik tentang gerakan mahasiswa tentang UU KPK. Hasilnya sebanyak 86,6% publik mengetahui aksi mahasiswa tersebut, dari 86,6% yang mengetahui aksi mahasiswa itu, terdapat 60,7% yang mendukung, 5,9% yang tidak mendukung, 31% yang netral dan 2,3% yang tidak menjawab.

Sebanyak 1.010 orang yang menjadi responden, yang telah dipilih secara stratified cluster random sampling. Dengan margin of error sekitar 3,2% pada tingkat kepercayaan 95%. survei ini dilakukan dengan metode wawancara menggukan telpon pada 4-5 oktober 2019, responden ini di ambil secara acak dari rsponden survei LSI sebelumnya yaitu survei pada desembar 2018 – september 2019 dengan jumlah 23.760 orang.

Top