You are here
Home > LifeStyle

Tali Toga dan Fungsi Otak

toga wisuda
Bagikan :

POJOKSIANA.COM – Momen wisuda merupakan dambaan setiap mahasiswa. Perjuangan selama empat tahun di kampus terbayar setelah mengikuti wisuda.

Suasana haru mengikuti momen wisuda, terlebih ketika orang tua turut hadir mengikuti momen sakral itu.

Semua mahasiswa yang telah dinyatakan lulus perkuliahan akan mendapat dilantik atau disahkan langsung oleh rektor dari universitas. Biasanya disimbolkan dengan mengenakan jubah dan topi toga.

Acara pengesahan sebagai sarjana dilakukan cukup sederhana tapi syarat dengan makna, salah satu proses yang sacral adalah saat pemindahan tali toga dari kiri ke kanan. Lalu apa makna dan pesan pemindahan tali tersebut?

Toga merupakan simbol bahwa mahasiswa telah dianggap lulus dan siap untuk mengabdi ke masyarakat. Tali toga yang tadinya ditaruh sebelah kiri kemudian oleh rektor dipindahkan ke sebelah kanan.

Tali toga pada sebelah kiri menjadi simbol bahwa semala menjadi mahasiswa, bagian otak yang dominan dipakai mahasiswa kebanyakannya adalah otak kiri.

Otak kiri sering dideskripsikan memiliki kemampuan dominan dalam hal hitungan atau matematika. Otak itu berhubungan juga dengan bahasa dan hafalan.

Pada umumnya, belahan bagian kiri sangat dominan dalam fungsi bahasa memproses apa yang kita dengar dan juga berperan dalam fungsi berbicara.

Bagian ini memaksimalkan fungsi logika dan komputasi matematika. Ketika kita ingin mendapatkan informasi dimasa lampau, bagian otak kiri yang akan berfungsi mencarinya dari memori kita.

Ketika toga dipindahkan dari samping kiri ke samping kanan, itu diartikan bahwa setelah lulus para sarjana tidak hanya menggunakan otak kirinya, melainkan harus lebih banyak menggunakan otak kanan.

Saat duduk di bangku sekolah maupun kuliah, kita cenderung banyak menggunakan otak kiri dari pada otak kanan. Otak kiri sendiri berhubungan langsung dengan proses hafalan dan bahasa.

Setelah diwisuda dan terjun ke dunia kerja, diharapkan para sarjana nantinya lebih menggunakan otak kanan.

BACA JUGA : MAKANAN ONLINE, PENOLONG ANAK KOST

Otak kanan berhubungan dengan daya imajinasi, kreativitas dan inovasi. Jadi, setelah terjun ke dunia kerja, para sarjana harus lebih kreatif tidak bergantung pada seseorang atau lembaga dalam mencari pekerjaan.

Atau bahkan, mampu berpikir lebih inovatif untuk menciptakan lapangan kerja sehingga dapat mempekerjakan orang lain.

Meskipun demikian, Secara umum otak kita akan selalu menjaga keseimbangan dan menugaskan kontrol beberapa fungsi pada kedua belahannya.

Dikutip dari laman Kompas.com menurut Profesor Stephen Wilson dari Universitas College London, ketidakseimbangan otak ini sangat penting untuk fungsi otak yang baik.

Hal ini membuat kedua bagian otak menjadi punya spesialisasi, untuk meningkatkan kapasitas fungsi proses, serta menghindari konflik akibat kedua belahan mencoba bekerja.

Top