You are here
Home > InfoPedia

Profil 5 Tokoh Nasional yang jadi Target Pembunuhan 22 Mei 2019

kerusuhan 22 mei
Bagikan :

POJOKSIANA.COM – Tokoh Nasional menjadi target pembunuhan pada kerusuhan Mei 2019 (Jakarta, 22/5/2019)

Aksi demonstrasi menolak hasil penetapan pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berakhir bentrok. Aksi yang semula damai sejak selasa (21/5/2019), belakangan diketahui telah disusupi kelompok yang melakukan provokasi hingga akhirnya berujung kericuhan.

Tak hanya memprovokasi kericuhan, kelompok penyusup ini punya agenda yang lebih besar. Mereka memiliki lima orang target pembunuhan. Hal itu di aku dari enam orang yang kini ditetapkan jadi tersangka.

Mabes Polri menyebutkan, setidaknya ada empat orang petinggi Negara dan satu pimpinan lembaga survei yang jadi target pembunuhan. “Pejabat negara, tapi bukan presiden. Tapi bukan kapasitas saya menjelaskan hal ini. Sudah dilakukan survei oleh semua pelaku, difoto sudah, digambar istilahnya. Ketika itu terjadi, itulah setting-nya bahwa negara akan goyang. Kami diberi jalan untuk melakukan upaya pengungkapan ini,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin 27 Mei 2019, mengutip Antara.

Baca juga: Fakta tentang Tim Mawar

Siapakah lima orang target pembunuhan tersebut.

Berikut ini profil lengkap lima tokoh yang menjadi target pembunuhan dihimpun pojoksiana.com

Yunarto Wijaya

yunarto wijaya
Gambar: Yunarto Wijaya. Medcom.id

Kelahiran Jakarta, 27 Juni 1981 (37 tahun) akrab di sapa mas Toto. Yunarto Wijaya menyelesaikan pendidikannya Jurusan Hubungan Internasional di FISIP Universitas Katolik Parahyangan Bandung, pada tahun 2004. Sebagai lulusan terbaik, semasa kuliahnya, Yunarto Wijaya dikenal aktif terlibat pada berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik internal maupun yang bersifat eksternal. Yunarto Wijaya melanjutkan studinya di Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, pada tahun 2007 dan lulus pada tahun 2009.

Saat ini Yunarto Wijaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia. Diketahui Lembaga survey Charta Politika Indonesia selalu hadir dalam setiap kontestasi politik lembaga ini selalu menyajikan data Quick Count dan mengawal informasi perkembangan perolehan suara agar masyarakat Indonesia segera mengetahui hasil perolehan suara sementara dengan cepat.

Tidak hanya di Pemilu saja, Charta Politika Indonesia juga berpartisipasi pada kontestasi regional seperti pada pemilihan Gubernur DKI 2017 lalu dan beberapa pemilihan kepala Daerah lainnya.

Wiranto

wiranto
Gambar: Wiranto. Wikipedia.org

Kelahiran Yogyakarta, 4 April 1947 (72 tahun) adalah putra dari pasangan RS Wirowijoto dan Suwarsijah. Wiranto menyelesaikan sekolahnya di Surakarta. Lulus SMA, kemudian masuk ke Akademi Militer Nasional dan lulus pada 1968.

Pada 2016, Wiranto menjadi Menteri di era Joko Widodo. Ia diangkat menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menko Polhukam usai Jokowi mereshuffle kabinetnya.

Sejak orde baru nama Wiranto telah menjadi perhatian publik terlebih saat diangkat menjadi ajudan Presiden kedua RI Soeharto. Pasca menjabat sebagai ajudan presiden, karier militer Wiranto terus meningkat, wiranto dipromosikan menjadi Kasdam Jaya, Pangdam Jaya, Pangkostrad, hingga menjadi KSAD. Presiden Soeharto kembali menunjuk Wiranto menjadi Pangab (sekarang disebut Panglima TNI) pada bulan Maret 1998

Tahun 2004, Wiranto memenangkan konvensi Partai Golkar maju sebagai kandidat calon Presiden pada 2004 bersama calon Wakil Presiden Salahuddin Wahid. Namun gagal dan hanya menempati urutan ketiga.

Kemudian pada desember 2006, Wiranto mendeklarasikan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan kembali meramaikan bursa politik nasional. Kemudian pada  Mei 2009 Partai Golkar dan Partai Hanura mengusung jusuf Kalla dan Wiranto untuk maju sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Jusuf Kalla sebagai calon presiden dan Wiranto sebagai calon wakil presiden. Tapi sayangnya, mereka gagal memenangkan kursi kepresidenan.

Luhut Binsar Panjaitan

Luhut Binsar Panjaitan
Gambar: Luhut Binsar Panjaitan. Wikipedia.org

Lahir di Sumatera Utara pada 28 September 1947. Luhut Binsar Panjaitan merupakan putra pertama dari pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu. Luhut masuk AKABRI bagian Darat pada tahun 1967 dan 3 tahun kemudian meraih predikat lulusan terbaik dan mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa pada 1970.

Saat ini, Luhut menjabat sebagai Menko Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli pada Juli 2016, sebelumnya ditunjuk oleh Pesiden Jokowi untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan saat menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.

Luhut juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) di era Abdurrahman Wahid, pada 2000-2001.

Budi Gunawan

Budi Gunawan
Gambar: Budi Gunawan. Wikipedia.org

Lahir di Surakarta, 11 Desembar 1957 (59 tahun) adalah lulusan Akademi Kepolisian Angkatan 1983, ia pernah di angkat sebagai Ajudan Wakil Presiden (1999-2000) dan Ajudan Presiden RI (2000) pada masa Megawati Soekarno Putri. Tahun 2016 Budi Gunawan menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara menggantikan Sutiyoso. Budi Gunawan menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo.

Awal tahun 2015, Budi menjadi calon Kapolri yang ditunjuk langsung Presiden Joko Widodo namun tiga hari kemudian KPK menetapkan Budi sebagai tersangka terkait kepemilikan rekening gendut. Presiden Joko Widodo membatalkan pengantannya karena siatuasi politik nasional memanas akibat pengangkatan Budi Gunawan, dan akhirnya menunjuk Badrodin Haiti menjadi pelaksana tugas Kapolri.

Gories Mere

gories mere
Gambar: Gories Mere.Tempo.co

Gories Mere lahir pada 17 November 1954 di Flores, Nusa Tenggar Timur. Merupakan lulusan AKABRI tahun 1976. Gories dikenal sebagai seorang penegak hukum yang karirnya cukup gemilang. Jabatannya terus naik sampai akhirnya ditunjuk sebagai Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN). Banyak kasus narkotika yang terungkap, antara lain kasus narkoba yang melibatkan selebriti terkenal, Ahmad Albar dan Zarima si Ratu Ekstasi selama di bawah kepemimpinanya. Ia kerap turut serta dalam rangkaian operasi penggerebekan narkotika seperti di Medan, Sumatera Utara,

Selain itu Gories Mere turut serta menyukseskan terbentuknya Densus 88 yang merupakan badan anti-teror di Indonesia. ketegasan ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat, namun di sisi lain, perintah tersebut juga menimbulkan tudingan miring terhadap dirinya. Atas prestasinya tersebut pada Juni 2016, Presiden Joko Widodo mengangkatnya menjadi Staf Khusus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan.

Tinggalkan Balasan

Top